SEPUTARAN PENERBIT ANDI


  Semangat Baru Kelas Menulis Bareng Om Jay

  RESUME KULIAH ONLINE

Pertemuan 16          : Senin, 06 Juli 2020
Waktu                      : Pukul 19.00 21.00 WIB
Pemateri                 : Bpk. Edi S Mulyanta
 Tema                       : BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU DI
                                    PENERBIT ANDI
Peresume                : Rachmi Hidayati, S.T.
                                   SMKN 1 TEGALSARI
                                   hidayatir673@gmail.com



Salam hangat rekan-rekan penulis.

Hari Senin 06 Juli 2020 di masa new normal kuliah online Menulis Bareng Om Jay dimulai pukul 19.00 WIB. Materi malam ini special sekali. Dari Penerbit Andi. Disampaikan oleh Bapak Edi S Mulyanta. Pak Edi mengawali dengan mengatakan bahwa dunia penerbitan juga terimbas akibat pandemi corona. Pemaparan dunia penerbitan dari hulu hingga hilir. Dunia penerbitan adalah dunia bisnis yang diikuti dengan idealismenya.

Dalam dunia bisnis yang dikedepankan adalah keuntungan. Tentunya keuntungan dalam penjualan buku untuk bisnis penerbitan. Outlet utama bisnis penerbitan buku adalah toko buku yang merupakan soko guru yang membentuk suatu ekosistem yang khas. Di masa pandemi ini bisnis penerbitan salah satu terdampak yang cukup signifikan. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya.

Outlet yang tertutup, menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku, hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Di masa new normal Gramedia sebagai outlet toko buku telah mulai membuka gerainya hingga mencapi angka di 80% di seluruh Indonesia. Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali ataukan menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti. Agar tidak semakin terpuruk penerbit harus mengambil kesempatan untuk mengisi pasar. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.

Identifikasi tema buku menjadi sangat penting. Dengan tema-tema yang upto date mengenai virus corona Penerbit Andi menebar ke penulis-penulis sebelumnya. Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. Buku-buku pendidikan tetap dipertahankan produksinya. Buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun.

Keputusan-keputusan strategik diperlukan. Penerbit Andi memarkirkan mesin-mesin hampir 50% untuk mengurangi beban biaya produksi. Tenaga kerja yang menggerakkannya juga dikurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.

Selanjutnya Pak Edi S Mulyana juga memaparkan untuk penulis harus memiliki kelihaian seperti :
·         Selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya
·         Penguasaan materi
·         Penguasaan penguraian materi
·         Eksekusi penulisan,
·         Penawaran ke penerbitan
Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya.
Salah satu sarana untuk melatihnya menurut beliau adalah mengikuti Belajar Menulis yang dikelola oleh Om Jay melalui media Whatsapp. Semua perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada. Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kali sehingga akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan.

Bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk bapak ibu mulai menulis, karena di dalam blog... tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang tawarkan.
Sudut pandang penerbit terhadap suatu tulisan adalah melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan. Sehingga terkadang yang luar biasa tidak terlihat oleh penerbit yang hanya melihat business process nya saja, bukan writing processnya. Dengan sudut pandang ini diharapkan ada empati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah :
·         mencoba melihat visi misi penerbitannya.
·         Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit.
·         Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.
Rahasia yang perlu diketahui bahwa tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing.
Satu contoh buku yang diluar dugaan adalah LASKAR PELANGI. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan. Dan meledak karena kekuatan word of mouth alias dari mulit-kemulut.. Dari komunitas satu ke komunitas lain. Dan di trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah...dan terjadilah ledakan viral.. menjadikan buku tersebut best seller... tidak ada desain awal, tidak ada perencanaan untuk menuju best seller...

Seorang penulis harus tangguh dan tidak cengeng dengan penolakan penerbit. Tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan yang khas. Punya karakter sendiri dan tentunya di tunggu kehadirannya oleh pembaca dan penerbit tentunya. Seorang penulis dapat memulai tulisan dengan :
ü  Tema yang dikuasai.
ü  Menulis dengan terstruktur,
ü  Dimuat di blog pribadi
ü  Menyebarkan di lingkungan teman.
ü  Percaya Diri,
ü  Buat proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit.
ü  Berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. Bisa sedikit "Ngecap" supaya penerbit tertarik dengan tulisan penulis.

Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Penerbit di dasarkan pada data historis penjualan. Penerbit biasanya agak sedikit kurang berani dengan penulis-penulis perintis dengan tema yang berlum terekam di datanya. Sehingga proposal sangat perlu diberi perhatian, untuk menyadarkan penerbit akan tema yang diangkat dalam tulisan.

Tulislah rencana penulisan dengan target market yang dituju, syukur-syukur ditawarkan juga rancangan pemasarannya. Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya. Ke depan buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya. Ke depan media-media selain buku akan semain banyak menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

Selesai memaparkan dibukalah sessi Tanya Jawab :

1.      Mohon izin minta pencerahan Pak Edy. Jika penulis ingin memasukkan naskah buku ke penerbit Andi yang sekaligus akan membeli cetakan pertama. Berapa minimal eksemplarnya?
Jawab : Pada awal tahun kami merencanakan untuk membeli mesin POD sehingga berapapun eksemplar dapat kami layani, karena keburu pandemi belum bisa terwujud. Saat ini skala produksi kami sangat optimal di angka minimal 300 eksemplar sehingga kami menggunakan pagu angka tersebut suapaya harga buku kompetitif.

2.   A. Jika kita mau membuat buku, Cover dari judul kita didesain dari Penerbit Andi, atau desain  sendiri? Terus biaya cover berapa?
B. Biaya cetak per lbr berapa dan untuk mendapat ISBN ada nggak biayanya
Jawab : Cover didesain oleh team penerbit, penulis dapat mengusulkan cover jika mempunyai kemampuan untuk membuat cover. Nanti biasanya rapat desainer akan menentukan desain penulis dapat digunakan atau tidak.

3.      Buku ttg apakah yang masyarkat butuhkan untuk saat ini, melihat perkembangan teknologi yg begitu cpt melesat.
Jawab : Buku-buku yang kadung masuk di antrian memang cukup banyak, terbentur kami off nyaris 4 bulan tidak produksi sehingga antrian belum terurai. Kami ke depan akan mencoba kanal E-Book untuk mengurai kemacetan produksi cetak offline. Kami akan menggunakan jalur Google Play/Google Books untuk mempublishnya. Untuk cetak kertas kami tetap akan melakukan sesuai situasi ke depan.
Buku yang tidak lekang oleh jaman adalah 1. Buku Pelajaran 2. Buku Anak 3. Buku Teks 4. Buku Motivasi dan Agama 5. Buku Fiksi.
4.      Tema apa saja yang diterbitkan penerbit Andi? Apakah hanya buku pendidikan?
Jawab : Buku yang tidak lekang oleh jaman adalah 1. Buku Pelajaran 2. Buku Anak 3. Buku Teks 4. Buku Motivasi dan Agama 5. Buku Fiksi.
5.      Adakah email khusus untuk mengirimkan naskah??? Saya sangat tertarik sekali ingin menerbitkan buku tentang Omjay.
Jawab : Bisa dikirimkan ke : edis.mulyanta@gmail.com

6. Saya mau buat buku puisi apa kirimnya disini, bisa?trus berapa biaya buat penerbitannya?berapa eksemplar?
Jawab : Selama kami menerbitkan buku, puisi bukan passion kami sehingga kami selalu gagal dalam memasarkan buku puisi, Untuk saat ini kami memutuskan tidak menerbitkan puisi, kecuali di biayai sendiri oleh penulisnya, dengan minimal eksemplar 300.
Ke depan kami akan membuka kanal e-book sehingga tingkat terbit karya sastra, puisi, antologi pusi dapat kami terbitkan dalam bentuk e-book memberikan kesempatan untuk terbit.
Insya allah bulan-bulan ini semoga kanal ebook kami bisa kami luncurkan, saat ini sedang uji coba secara teknis keamanan dan metoda pembayara royalty ke penulis. Semoga lolos uji sehingga karya bapak ibu dapat kami monetize di google play tanpa terikat jumlah eksemplar.

7. Saya…bukan perkataan saya sudah dibilang penulis produktif. Jadi saya akan jadikan tulisan saya sebagai sejarah kehadiran saya. Wariskan kepada generasi mendatang.
Jawab : Betul sekali, bapak ibu dapat menggunakan aplikasi writer plus untuk menjadikan lisan bapak ibu menjadi tulisan yang siap diedit. LUmayan untuk mendokumentasikan lisan kita menjadi tulisan. Di WA Group ini sepertinya diajari juga menggunakan writer plus .... salah satu apps yang dapat menuliskan perkataan kita. Materi itu dibawakan oleh ibu Sri Melni kalau tidak salah penggunaan Writer Plus. https://play.google.com/store/apps/details?id=co.easy4u.writer&hl=in


8. Bisa ga kalau covernya sesuai dengan gambaran yang kita inginkan tapi tetap didesain oleh penerbitnya ?
Jawab : Biasanya begitu, penulis memberikan deskripsi cover sesuai dengan yang diinginkan. Team desainer kami akan menerjemahkan dalam bentuk desain cover, biasanya 3 usulan desain, penulis dapat memilih salah satunya.

9.  Terkait penerbitan 300 eksemplar misal buku 50-65 hal. Brp ya Pak Edi kisarannya?
Jawab : Biasanya nanti kami simulasikan di ukuran buku, spasi, margin, jenis kertas, finishing cover, jadi masih banyak variabel yang kita hitung.

10. Kalo Buku Anak, bgmn dg gbr ilustrasinya Pak Edi? Apa bisa dibantu Penerbit Andi utk memcarikan ilustratornya?
Jawab : Internal perusahaan kami tidak ada devisi illustrator, biasanya akan kami hubungkan penulis dengan illustrator kolega kami. Silakan penulis dapat berdiskusi dan menentukan bentuk kerjasamanya.

Kuliah online malam ini diakhiri oleh pak Edi S Mulyanta dengan motivasi semoga tulisan bisa tampil di google play dan terjual secara daring di sana untuk langkah awal.

Kesimpulan materi malam ini

Ø    Dunia tulis menulis tidak akan mati
Ø   Terus berkarya bagaimanapun keadaannya, karena di luar masih banyak pembaca yang menginginkan relung keinginantahuannya dari tulisan.
Ø    Penerbit Andi akan mencoba menjembatani di tengah perubahan jaman yang luar biasa.
Ø    Mendokumentasikan pencarian keilmuan dengan dokumentasi yang terstruktur.
Ø  Dokumentasi dalam bentuk buku akan dikirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang. Anak cucu di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkah dokumentasi dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.
Ø   Ilmu akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita

SALAM LITERASI

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDONGENG JAGO NGEBLOG

SEMANGAT BARU KELAS MENULIS BARENG OM JAY

BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU "Kiprah Dompet Dhuafa Menulis"