Bagaimana Seorang Ibu Berproses Menerbitkan Buku


Semangat Baru Kelas Menulis Bareng Om Jay

 RESUME KULIAH ONLINE

Pertemuan 3           : Jumat, 05 Juni 2020
Waktu                     : Pukul 19.00 21.00 WIB
Peresume                : Rachmi Hidayati, S.T.
                                   SMKN 1 TEGALSARI
                                   hidayatir673@gmail.com


Disampaikan oleh : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Seorang ibu bernama Sri Sugiastuti, yang lahir pada 8 April 1961 di Jakarta. Hijrah ke Solo pada tahun 1990. Saat beliau kuliah S2 membawanya mengenal literasi dan akhirnya menjadi penulis saat usia beliau hampir setengah abad. Berbekal prinsip Better late Than Never mulailah beliau mengupgrade diri dan selanjutnya membawanya menjadi adiktif menulis.
Awal prosesnya tahun 2007 saat kuliah S2 ada satu judul buku yang menginspirasi dan memotivasi beliau untuk menulis, buku itu berjudul Menulis Itu Gampang karangan Ersis atau Kang Ewa. Motivasi itulah yang menyebabkan beliau yakin harus bisa menulis.
Pengalaman menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor, Erlangga, dimulai saat mengikuti MGMP bahasa inggris pada tahun 2009, ada tawaran untuk menyusun buku Seri Pendalaman Materi UAN Bahasa Inggris Untuk SMK, dengan proses selama 6 bulan pada bulan Oktober 2010 terbitlah buku tersebut disusun oleh 3 orang penyusun. Beliau merasa puas/untung terlebih dibuat edisi revisinya pada tahun 2015 yang termasuk dalam buku pengadaan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, skup nasional. Buku laris manis / omzet naik terus sehingga otomatis berimbas pada royalty yang tiap semester mengalir ke rekening beliau. Beliau tercengang dan juga bersyukur atas nikmat Allah SWT. Beliau memanfaatkan royalty untuk belajar dan belajar terus dan juga mengantarkan beliau naik haji.
Pengalaman menulis dan menerbitkan buku secara indie dimulai tahun 2009 dan pada tahun 2010 terbitlah buku dengan judul Kugelar Sajadah Cinta yang merupakan biografi mini beliau. Buku itu memilili 418 halaman yang berkisah perjalanan hidup masa muda ibu beliau sampai beliau berusia 50 tahun. Di buku itu beliau mencantumkan nama pena Astutiana Mujono terinspirasi oleh blog Kompasiana. Buku biografi mini itu menjadi pusat ide/inspirasi untuk menulis.
Bu Sri Sugiastuti bertemu Om Jay pada tahun 2013, saat itu beliau sudah menerbitkan 3 buku antara lain : Buku Seri Pendalaman Materi UAN Untuk SMK, buku parenting Seni Mendidik Anak Secara Islami (yang diterbitkan penerbit semi mayor) dan buku Ku Gelar Sajadah Cinta. Buku parenting itu oleh penerbit beliau diberi 100 buku untuk dijual dengan diskon 40% dan semuanya terjual habis.
Bu Sri Sugiastuti orangnya menyukai hal-hal baru (rasa ingin tahunya besar) sehingga beliau getol bersilaturahmi dan suka belajar sampai-sampai pernah memanggil mentor untuk bisa beliau menulis dengan biaya sendiri yang tidak murah. Sering ikut menulis antologi di komunitas-komunitas seperti Kompasiana, Emak Blogger, Sahabat Pena Kita, Pegiat Literasi Nusantara, Asosiasi Guru Menulis dan sebagainya, yang tiap 2 atau 3 bulan bisa menerbitkan buku antologi atau ada tulisan yang dibukukan. Buku Antologi beliau ada sebanyak 25 buku. Dengan mengikuti komunitas pecinta literasi menurut beliau banyak belajar jenis tulisan dari teman2 shg memiliki ciri kepenulisan sendiri. Beliau juga senang mengikuti diklat luring maupun daring selain untuk silaturahmi juga mengenal teman yang seprofesi, karena menurut beliau ada pepatah “ kalau ingin jadi penulis bergaulah dengan penulis”.
Bu Sri Sugiastuti juga mengisi acara bedah buku. Buku beliau yang berjudul The Stories of Wonder Women terjual 1000 examplar adalah buku true story yang dikemas secara faksi, fakta dan fiksi dengan menggunakan nama samara para tokohnya. Buku ini berkisah tentang motivasi perempuan-perempuan tangguh dalam menggapai ridho Allah SWT.
Pada tahun 2018 beliau mulai merambah dunia novel, buku novelnya yang berjudul Perempuan Terpungkas masuk nominasi Gerakan Guru Menulis Buku, yang merupakan komunitas besar skala nasional. Novel berkisah seorang anak perempuan hidup pd thn 1970 di kota Solo yang disia-siakan o;eh orang tuanya kemudian menemukan cinta sejatinya (happy ending). Selain novel yang masuk nominasi juga buku parenting berjudul Merawat Harapan, berkisah menyiapkan anak yang merupakan amanah dari Allah SWT bagaimana memperlakukan anak dari usia dini sampai remaja sehingga bermental juara. Beliau juga menulis novel terinspirasi kejahatan cyber yang marak didunia maya dengan judul Tipuan Asmara
Untuk yang ingin lancar berbahasa inggris bagi pemula, beliau menulis buku Wow English Is So Easy Guide, setebal  428 halaman berbandrol  tujuh puluh lima ribu rupiah. Buku tersebut sedang diajukan ke penerbit  Andi untuk di breakdown lagi dan masih tahap proses.
Buku terbaru beliau masih dalam proses di penerbitan mengambil dari kumpulan tulisan beliau di blog sebanyak 37 sub judul hasil menulis beliau selama kurang lebih 3 bulan. Awal bulan Juli sudah menjadi buku.
Itulah pengalaman berproses dari seorang ibu Sri Sugiastuti menerbitkan tulisan menjadi buku yang membawa kepada manfaat bagi pribadi maupun bagi orang lain.

 Berikut beberapa pertanyaan terkait materi malam hari ini :
1.      Kesulitan terbesar ibu selama menulis itu apa? Awalnya ada di waktu juga kdg tidak konsisten. Semua itu bisa dilawan saat kita mengubah mindset kita. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan kewajiban
2.      Ada buku fiksi, fakta, antologi..maaf bu sy blm paham skl..mohon penjelasan ibu ttg fiksi, antologi. Fakta bisa berupa true story kisah nyata. Fiksi bukan fakta tetapi hasil karangan. Antologi kumpulan beberapa tulisan dgn satu tema yg ditulis kroyokan.
3.      Kemampuan seseorang pasti berbeda ada yang memiliki kemampuan membuat buku ajar, buku fiksi, atau nonfiksi... namun jika seseorang itu hanya mampu membuat pantun atau puisi...bagaimana caranya agar buku itu bisa dilirik pembaca dan akhirnya mau menikmati alias mau membeli? jangan khawatir pantun atau puisi bisa jadi satu buku asal mencapai 60 hal .masuk dalam buku karya inovatif. Ubah mindset bergaul dgn   pegiat literasi.
4.      Bagaimana caranya agar bisa berkonsentrasi untuk menulis ?  Ikuti saran omjay menulislah tiap hari
5.      Apa yang harus dilakukan pertama kali ingin menulis buku? Pertama punya ide. Lalu buat outlinenya, apa saja yg mau ditulis biar  terpola tidak ngelantur kmn mn.
6.      Butuh berapa lama Ibu menulis buku yang  pertama sampai diterbitkan? Tergantung jenis buku.kalau buku non fiksi lbh cepat krn ada referensi dan kdg ada DL hrs cepat. Kalau fiksi juga tergantung bisa cepat bisa lama. Yg penting punya komitmen dati hati dan punya target kpn selesai.
7.      Apakah ada trik2 jitu supaya ide yang kita tuangkan bisa diterima oleh masyarakat umum? Tentukan dulu apa yg mau ditulis dan tulislah apa yang disukai dan kuasai

BETTER LATE THAN NEVER
SALAM LITERASI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDONGENG JAGO NGEBLOG

SEMANGAT BARU KELAS MENULIS BARENG OM JAY

BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU "Kiprah Dompet Dhuafa Menulis"